Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Dalam jaringan komputer terdapat beberapa model jaringan komputer. Selain topologi bus, mesh, rin, tree, dan juga topologi star. Namun pada kesempatan ini penulis akan membahas mengenai pengertian topologi star, serta kelebihan dan kekurangan topologi star dalam jaringan komputer.

Pengertian Topologi Star

Topologi Star merupakan jenis topologi jaringan yang paling banyak digunakan dalam instalasi jaringan lokal dewasa ini. Ciri utama dari topologi star adalah adanya hub atau switch yang menghubungkan antar komputer, baik komputer server maupun klient. Jadi pada topologi star, semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke sebuah hub atau switch. Dengan demikian hub atau switch tersebut menjadi pusat jaringan, yang bertugas mengontrol lalu lintas data antar komputer yang terhubung.

Proses pertukaran data dilakukan dari satu komputer ke komputer lain secara langsung melalui hub atau switch. Misalkan komputer 1 dalam sebuah jaringan star akan mengirim data ke komputer 8;  maka data dari komputer 1 akan dikirim melalui switch kemudian switch akan mengirimkan kembali data tersebut langsung ke komputer 8, tanpa perlu melewati komputer 2, 3, 4 atau komputer lainnya yang bukan tujuan.

Topologi yang berbentuk bintang, dengan sebuah hub atau switch sebagai simpul pusat ini pada umumnya menggunakan kabel UTP dan konektor RJ45 untuk menghubungkan setiap komputer ke hub atau switch. Setiap perangkat dalam jaringan berkomunikasi langsung dengan simpul pusat, sehingga topologi star memiliki kelebihan dalam kemudahan pengambangan jaringan. Selain itu, kerusakan pada salah satu simpul, tidak akan mengganggu jaringan secara keseluruhan.

Namun topoligi star juga memiliki kekurangan, yaitu jika hub atau switch mengalami masalah atau kerusakan, maka seluruh jaringan akan bermasalah. Sebab hub atau switch dalam topologi star merupakan siimpul pusat jaringan, yang berperan penting dalam menghubungkan seluruh jaringan.

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Kelebihan dan Kekurangan Topologi Star

Lebih lanjut, berikut kami jelaskan secara lebih rinci mengenai kelebihan dan kelemahan topologi star.

Kelebihan Topologi Star

Beberapa kelebihan yang didapatkan oleh jaringan yang menggunakan topologi star antara lain:

  1. Jika terjadi masalah/ kerusakan pada salah satu saluran pada jaringan, maka hanya saluran tersebut serta station yang terkait yang akan terpengaruh.
  2. Merupakan topologi yang paling fleksibel dibandingkan dengan jenis topologi lainnya.
  3. Pengelolaan jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
  4. Penambahan ataupun pengurangan perangkat dalam jaringan dapat dilakukan dengan mudah, dan tidak akan mempengaruhi kinerja perangkat jaringan yang lain.
  5. Akses kontrol terpusat. Sehingga jika terjadi masalah/ kerusakan pada jaringan, dapat dideteksi dengan mudah dengan menelusurinya ke hub/ switch pusat. Selain itu isolasi kesalahan juga akan lebih mudah dilakukan.
  6. Setiap perangkat komputer terhubung ke server dengan jalur kabel sendiri, dengan demikian bandwith yang dimiliki juga semakin lebar.
  7. Tingkat keamanan cukup tinggi, sebab hanya melalui tiga simpul berbeda untuk sampai ke alamat tujuan.

Baca juga artikel menarik lainnya :

Kelemahan Topologi Star

Selain beberapa kelebihan topologi star yang disebutkan diatas, berikut kami sebutkan pula beberapa kelemahan yang dimiliki topologi star:

  1. Kelemahan topologi star yang paling utama adalah bahwa hub/ switch merupakan pusat pengontrol jaringan. Sehingga perannya sangat sensitif. Jika terjadi kerusakan atau masalah pada simpul pusat ini, maka seluruh jaringan akan terpengaruh (mengalami masalah).
  2. Kinerja keseluruhan jaringan bergantung pada kinerja hub/ switch. Jika pusat menggunakan hub (bukan switch), maka kecepatan transmisi pada seluruh jaringan akan menjadi lambat ketika lalu lintas data padat. Selain itu, jika salah satu perangkat menggunakan fungsi pengolahan hub secara signifikan (banyak), maka kinerja node lain juga akan terganggu.
  3. Kelemahan topologi star yang laiinya adalah pada biaya yang diperlukan cenderung lebih mahal daripada penggunaan topologi bus atau ring, sebab topologi ini menggunakan lebih banyak kabel. Setiap komputer pada jaringan dihubungkan ke hub dengan satu kaber tersendiri. Dengan demikian, semakin banyak komputer yang terhubung, maka semakin banyak pula kabel yang dibutuhkan.
  4. Banyaknya komputer yang terhubung dalam jaringan bergantung pada kapasitas (jumlah port) pada hub atau switch yang digunakan.
  5. Diperlukan penanganan khusus untuk pengelolaan jaringan tipe ini.

Demikian artikel mengenai pengertian dari topologi star, karakteristik topologi star serta kelebihan dan kelemahan topologi star ini. Semoga bermanfaat!